Renovasi rumah bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah kombinasi antara investasi properti, kepatuhan hukum, dan manajemen risiko.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Checklist WAJIB 12 Poin Dokumen Renovasi Rumah?
Mengapa Dokumen Renovasi Rumah Sangat Penting? (Bukan Sekadar IMB)
Sejak diberlakukannya UU No. 11 Tahun 2020 (Cipta Kerja) dan PP No. 16 Tahun 2021, istilah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) resmi digantikan oleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Perubahan ini menggeser fokus dari “izin administratif” menjadi persetujuan teknis bangunan. Artinya, pemerintah tidak hanya melihat siapa pemilik bangunan, tetapi juga memastikan bangunan tersebut aman,
sesuai tata ruang, dan layak fungsi.
Jika renovasi Anda mengubah struktur, menambah luas bangunan, menambah lantai, atau mengubah fasad,
maka dokumen renovasi rumah adalah benteng hukum Anda.
Checklist WAJIB 12 Poin Dokumen Renovasi Rumah (Anti-Ilegal)
Kategori 1: Legalitas Utama Proyek
| No | Dokumen | Fungsi | Catatan Penting |
|---|---|---|---|
| 1 | SHM / HGB | Bukti kepemilikan sah | Jika diagunkan, perlu persetujuan bank |
| 2 | KTP Pemilik | Identitas pemohon | Harus sesuai sertifikat |
| 3 | PBB Terakhir | Bukti kewajiban pajak | Menjadi lampiran PBG |
| 4 | Surat Kuasa | Pengurusan diwakilkan | Wajib bermaterai |
Kategori 2: Administrasi Teknis & Perizinan Pemerintah
5. Persetujuan Bangunan Gedung (PBG / PBG-P)
PBG adalah dokumen utama pengganti IMB. Renovasi yang menambah lantai, mengubah tampak,
atau mengubah struktur wajib mengurus PBG Perubahan (PBG-P).
6. Gambar Teknis Arsitektur & Struktur
Gambar teknis harus mencakup kondisi existing dan rencana. Dokumen ini menjadi dasar penilaian keselamatan bangunan dan wajib ditandatangani perencana berlisensi.
7. RTLB / SKRK
Dokumen ini menentukan batas KDB, KLB, dan GSB. Pelanggaran di tahap ini adalah penyebab PBG paling sering ditolak.
8. SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan)
Untuk renovasi di area padat atau skala besar, SPPL menjadi bukti komitmen pengelolaan dampak lingkungan.
Kategori 3: Kontrak & Mitigasi Risiko
9. RAB & Jadwal Kerja
RAB detail mencegah pembengkakan biaya dan menjadi dasar transparansi dengan kontraktor.
10. Kontrak Kerja Jasa Konstruksi
Kontrak wajib mencantumkan lingkup kerja, termin pembayaran, dan sanksi keterlambatan.
11. Asuransi Konstruksi (CAR)
Sangat direkomendasikan untuk renovasi besar sebagai perlindungan dari risiko kecelakaan dan kerusakan.
12. Surat Persetujuan Tetangga
Dokumen sosial yang sering diabaikan, padahal efektif mencegah konflik lingkungan.
Risiko Besar Renovasi Tanpa Dokumen
- Denda hingga 10% dari nilai bangunan
- Penghentian dan penyegelan proyek
- Pembongkaran paksa
- Sanksi pidana dalam kasus berat
Penting:
Mengurus PBG susulan jauh lebih mahal dan rumit dibanding mengurus dokumen renovasi rumah sejak awal.
Renovasi Rumah yang Legal & Aman: Panduan Komprehensif Dokumen, Biaya, Risiko, dan Studi Kasus Nyata
Timeline Praktis Mengurus Dokumen Renovasi (2026)
- Persiapan legalitas & SKRK (Minggu 1–2)
- Penyusunan gambar teknis & pengajuan PBG (Minggu 3–8)
- Finalisasi kontrak & eksekusi setelah PBG terbit
FAQ Seputar Dokumen Renovasi Rumah
Apakah renovasi interior butuh PBG?
Tidak, selama tidak mengubah struktur, luas, dan fasad.
Berapa biaya pengurusan PBG?
Sekitar 1,5%–5% dari total RAB proyek.
Berapa lama proses PBG?
Rata-rata 20–30 hari kerja jika dokumen lengkap.
Kesimpulan
Dokumen renovasi rumah bukan beban, melainkan perlindungan hukum dan nilai investasi. Dengan persiapan legal dan teknis yang benar, renovasi Anda berjalan aman, sah, dan bernilai jangka panjang.








