Borongan vs Harian: Mana Lebih Murah untuk Renovasi di Tangsel

Borongan vs Harian: Mana Lebih Murah untuk Renovasi di Tangsel

Apakah sistem borongan atau harian lebih murah untuk renovasi di Tangerang Selatan (Tangsel) — jawabannya: tergantung skala, jenis renovasi, dan kondisi di lapangan. Berikut analisis lengkap supaya Anda bisa menentukan mana yang lebih “hemat” sesuai kebutuhan Anda.

Apa itu “borongan” dan “harian”

Tukang Harian

  • Sistem pembayaran berdasarkan jumlah hari kerja — misalnya Rp 150.000–Rp 250.000 per hari per orang.
  • Anda biasanya yang menyediakan material, atau setidaknya mengawasi pembelian material sendiri.
  • Cocok untuk proyek kecil atau renovasi ringan — seperti pengecatan, perbaikan atap, ganti keramik, dsb.

Tukang Borongan

  • Pembayaran berdasarkan luas area / volume pekerjaan — misalnya per meter persegi.
  • Ada dua jenis: borongan jasa saja (material dibeli sendiri) atau borongan penuh (jasa + material).
  • Biasanya cocok untuk proyek besar atau renovasi total/mendalam, karena memberikan kepastian biaya dan timeline.

📊 Perbandingan Biaya — Mana Potensial Lebih Murah?

Sistem Estimasi Biaya / Kondisi Potensi Hemat / Mahal
Harian Rp150.000–Rp250.000 per hari per pekerja. Bisa hemat jika renovasi ringan dan Anda bisa kontrol harian, membeli material sendiri, dan pekerja cepat.
Borongan (per m²) Umumnya Rp1.250.000–Rp1.500.000 per m² untuk jasa + material. Bisa lebih hemat untuk proyek besar atau renovasi menyeluruh; biaya terukur dan tidak ada biaya tambahan jika proyek molor.

Kenapa borongan bisa lebih hemat untuk proyek besar

  • Ketika proyek besar atau menyeluruh, pembayaran harian bisa “membengkak”: hari kerja banyak, pekerja banyak, durasi panjang. Kalau dihitung per hari × pekerja → bisa jauh lebih mahal daripada harga borongan.
  • Studi menunjukkan sistem borongan meningkatkan produktifitas dan efisiensi dibanding sistem harian — artinya pekerjaan selesai lebih cepat dan kemungkinan “uang terbuang” karena idle time atau molor bisa lebih kecil.
  • Kepastian biaya di awal memudahkan budgeting — jadi Anda bisa prediksi total pengeluaran tanpa khawatir “naik mendadak”.

Sebaliknya — kalau renovasinya ringan, kecil atau Anda hanya ingin memperbaiki sebagian rumah — harian bisa lebih hemat karena Anda bisa memakai biaya sesuai kebutuhan tanpa “overpay” untuk area yang tidak diperbaiki.

Faktor yang Pengaruhi Mana yang “Lebih Murah” di Tangsel

Jawaban mana lebih murah untuk Anda sangat bergantung pada beberapa faktor:

  1. Skala proyek
    • Renovasi kecil (cat ulang, tambah rak, ganti keramik): harian sering lebih efisien.
    • Renovasi besar/total (dinding, lantai & finishing baru, ubah layout, proyek multi-ruang): borongan biasanya lebih hemat.
  2. Kemampuan Anda menyediakan & memilih material
    • Kalau Anda mau belanja sendiri dan bisa kontrol kualitas material → harian bisa menghemat biaya.
    • Kalau Anda ingin praktis dan ingin “paket all-in” → borongan (terutama borongan penuh) lebih memudahkan.
  3. Waktu & pengawasan Anda
    • Jika Anda punya waktu dan bisa pantau harian → harian cocok.
    • Jika Anda sibuk dan tidak bisa selalu di lokasi → borongan lebih aman agar proyek selesai tepat waktu.
  4. Risiko molor & manajemen proyek
    • Proyek harian rawan molor jika tidak teratur → biaya bisa membengkak.
    • Borongan menetapkan target — lebih bisa diandalkan untuk renovasi kompleks.
  5. Skala dan kompleksitas renovasi di lingkungan Jabodetabek / Tangsel
    • Di area seperti Tangsel yang termasuk padat dan akses material/logistik mungkin lebih rumit — borongan bisa mengurangi kerepotan.

💡 Rekomendasi Berdasarkan Situasi Umum di Tangsel

  • Untuk renovasi kecil / ringan, atau jika Anda ingin kontrol penuh material & biaya, pilih tukang harian.
  • Untuk renovasi besar atau menyeluruh, terutama jika ingin biaya prediktabel, efisien, dan waktu pengerjaan terjamin, pilih tukang borongan.
  • Kalau Anda sibuk, tidak punya waktu untuk terus pantau proyek, atau ingin renovasi “all-in” dengan bahan & jasa sekaligus — borongan penuh bisa jadi pilihan terbaik.

⚠️ Risiko atau Kekurangan Tiap Sistem

  • Sistem harian bisa jadi mahal jika pengerjaan lama, pekerja banyak, atau ada keterlambatan pekerjaan.
  • Dengan borongan, Anda harus benar-benar memastikan kontrak dan detail — kualitas bisa terpengaruh kalau kontraktor “ngejar kuantitas”.
  • Borongan penuh bisa terasa mahal di awal — membutuhkan dana lebih besar di depan, meskipun akhirnya lebih efisien.

🎯 Kesimpulan: Mana Lebih Murah? — “It Depends”

Kalau harus memilih: borongan lebih murah untuk renovasi besar di Tangsel, karena biaya lebih terukur, efisiensi lebih tinggi, dan manajemen proyek lebih mudah. Sistem ini cenderung lebih hemat jika proyek kompleks dan memakan banyak waktu.

Namun jika hanya ingin renovasi kecil atau perbaikan ringan — dan Anda bisa sediakan material sendiri serta pantau harian — harian bisa lebih hemat

Berikut simulasi biaya renovasi di Tangsel dengan perbandingan borongan vs harian, lengkap, realistis, dan mudah dipahami. Saya buatkan 3 skenario umum agar Anda bisa melihat pola biaya dan perbedaannya secara nyata.

Simulasi 1 — Renovasi Kamar Mandi (3 × 3 m / 9 m²)

Renovasi ringan–menengah: bongkar, pasang keramik dinding & lantai, instalasi plumbing sederhana.

  1. Sistem Harian

Estimasi durasi: 10–14 hari
Jumlah tukang: 1 tukang + 1 kenek

Perhitungan:

  • Tukang: Rp 200.000/hari
  • Kenek: Rp 150.000/hari
  • Total harian: Rp 350.000/hari
  • Durasi 12 hari → Rp 4.200.000

Material (kisaran Tangsel):

  • Keramik lantai + dinding → Rp 2.000.000
  • Semen, pasir, nat → Rp 1.200.000
  • Kran, pipa, fitting → Rp 900.000
  • Kloset / wastafel opsional
    Total material: ± Rp 4.000.000 – 5.000.000

➡️ Total Harian: ± Rp 8.2 – 9.2 juta

Catatan:
Jika tukang lambat atau ada revisi kecil, biaya bisa naik.

  1. Sistem Borongan

Borongan kamar mandi biasanya dihitung per m² pekerjaan finishing + plumbing.

Harga borongan di Tangsel: Rp 1.300.000 – Rp 1.600.000 per m²

Perhitungan:
9 m² × Rp 1.450.000 (rata-rata)
Rp 13.050.000 (jasa + material standar)

➡️ Total Borongan: ± Rp 12.5 – 14 juta

Kesimpulan Skenario 1:

Harian lebih murah untuk renovasi kecil, asal kerjaan tidak molor.
✔ Jika Anda ingin hasil rapi + tidak mau repot beli material, borongan lebih aman meski lebih mahal.

📌 Simulasi 2 — Renovasi 1 Kamar + Cat Seluruh Rumah (60 m²)

Pekerjaan light–medium: ganti lantai/keramik kamar, perbaikan dinding, cat 1 lantai rumah.

  1. Sistem Harian

Durasi: 15–20 hari
Tim: 2 tukang + 1 kenek

Perhitungan harian:

  • Tukang (2 × Rp 200.000) = Rp 400.000
  • Kenek (Rp 150.000)
    Total: Rp 550.000/hari

Jika 18 hari → Rp 9.900.000

Material:

  • Cat + thinner: Rp 2.500.000
  • Keramik kamar + semen: Rp 3.500.000
  • Tambahan perbaikan kecil: Rp 1.000.000
    Total material: ± Rp 7 juta

➡️ Total Harian: ± Rp 16.5 – 18 juta

  1. Sistem Borongan

Untuk renovasi seperti ini, kontraktor memakai kombinasi tarif:

  • Cat rumah: Rp 30.000 – 40.000/m²
  • Ganti keramik kamar: Rp 150.000 – 200.000/m²
  • Perbaikan dinding: Rp 75.000 – 120.000/m²

Estimasi:

  • Cat 60 m² × Rp 35.000 → Rp 2.100.000
  • Ganti keramik kamar 12 m² × Rp 180.000 → Rp 2.160.000
  • Tambahan perbaikan dinding → Rp 1.000.000
    Jasa: ± Rp 5.2 juta

Material (borongan jasa saja): ± Rp 7 juta

➡️ Total Borongan Jasa + Material: ± Rp 12.5 juta

Kesimpulan Skenario 2:

Borongan lebih murah, karena pekerjaan variatif tetapi bisa diselesaikan cepat dan rapi.
✔ Harian akan lebih mahal jika pekerjaan tersebar beberapa area dan butuh koordinasi.

📌 Simulasi 3 — Renovasi Total Rumah 2 Lantai (120 m²)

Pekerjaan besar: ganti lantai, cat seluruh rumah, plafon baru, perbaikan listrik/pipa.

  1. Sistem Harian

Durasi: 60–90 hari
Tim: 3 tukang + 2 kenek

Biaya harian:

  • Tukang: 3 × Rp 200.000 = Rp 600.000
  • Kenek: 2 × Rp 150.000 = Rp 300.000
    Total: Rp 900.000/hari

Durasi 75 hari:
Rp 67.500.000 (jasa saja)

Material renovasi 120 m²:

  • Keramik lantai, cat luar dalam, plafon, listrik, pipa
    ± Rp 55 – 70 juta

➡️ Total Harian: ± Rp 120 – 140 juta

Risiko: jika molor 10–20 hari → biaya bisa naik 9–18 juta.

  1. Sistem Borongan

Borongan renovasi besar dihitung per m²:
Rp 1.500.000 – 2.000.000/m² (jasa + material)

120 m² × Rp 1.650.000 → Rp 198.000.000

➡️ Total Borongan Full: ± Rp 180 – 210 juta

Atau jika borongan jasa saja:
120 m² × Rp 750.000 → Rp 90 juta
Material dibeli sendiri: ± 60–75 juta
➡️ Total: ± Rp 150 – 165 juta

Kesimpulan Skenario 3:

Borongan jasa saja biasanya paling efisien & terkontrol.
✔ Sistem harian berisiko membengkak karena proyek besar selalu punya risiko molor.

🎯 Kesimpulan Besar dari Ketiga Simulasi

Skala Renovasi Harian Borongan
Kecil (kamar mandi, dapur kecil) ✔ Lebih murah ❌ Lebih mahal
Menengah (1 kamar + cat rumah) ❌ Lebih mahal ✔ Lebih murah
Besar (renov total 1–2 lantai) ❌ Biaya bisa membengkak ✔ Lebih aman & terukur

Ringkasnya:

  • Renovasi kecil → harian
  • Renovasi menengah → borongan
  • Renovasi besar → borongan jasa saja (paling efisien)

Detail Simulasi Renovasi — Pilihan (2) Renovasi 1 Kamar + Cat Seluruh Rumah (60 m²)

Bagus — saya lanjutkan dengan perhitungan lebih rinci, checklist, timeline, dan rekomendasi praktis untuk skenario nomor 2 (renovasi 1 kamar + pengecatan seluruh rumah ~60 m²). Semua angka adalah estimasi realistis untuk area Tangsel; gunakan sebagai acuan budgeting dan negosiasi saat kontak tukang/kontraktor.

Ringkasan cepat (hasil akhir yang bisa Anda harapkan)

  • Total estimasi (sistem harian): Rp 16.5 – 18 juta
  • Total estimasi (borongan full): Rp 12.5 – 14 juta
  • Rekomendasi: Pilih borongan jika ingin pekerjaan cepat, rapi, dan biaya terprediksi; pilih harian jika ingin kontrol material sendiri dan pekerjaan kecil.

1) Rincian Biaya — Breakdown lengkap

  1. Opsi Harian (Kontrol material sendiri)

Tim & durasi

  • Tim: 2 tukang + 1 kenek
  • Durasi: 15–20 hari (estimasi 18 hari)

Biaya tenaga kerja

  • Tukang: Rp 200.000 / hari × 2 = Rp 400.000
  • Kenek: Rp 150.000 / hari
  • Harian total: Rp 550.000 / hari × 18 hari = Rp 9.900.000

Material (perkiraan)

  • Cat + primer + thinner + kuas/roller = Rp 2.500.000
  • Keramik untuk 1 kamar (12 m²) + semen/nat = Rp 3.500.000
  • Perbaikan dinding kecil, semen, pasir, plamir = Rp 1.000.000
  • Lain-lain (paku, lakban, pembersih) = Rp 200.000

Total material: ± Rp 7.200.000

TOTAL HARlAN: ± Rp 17.100.000 (bulat: Rp 16.5 – 18 juta tergantung kualitas material)

  1. Opsi Borongan (Full package: jasa + material)

Rincian komponen

  • Cat seluruh rumah (60 m²) termasuk primer & 2 lapis finishing: Rp 2.1 juta (estimasi)
  • Ganti keramik kamar 12 m² (jasa+material) sekitar Rp 2.1 juta
  • Perbaikan dinding/plamir/ finishing kecil: Rp 1 juta
  • Jasa tenaga kerja + koordinasi: ± Rp 5.2 juta (termasuk finishing)

TOTAL BORONGAN (full): ± Rp 12.5 – 14 juta

Catatan: Kontraktor yang menawarkan borongan penuh biasanya akan pilih paket material standar; naik kelas material (cat premium, keramik impor) akan menaikkan total.

2) Timeline pekerjaan (milestone) — 18 hari (est.)

  1. Hari 0–1: Persiapan lokasi, pengukuran, proteksi perabot
  2. Hari 2–6: Bongkar & persiapan kamar (bongkar lantai lama, perbaikan struktural)
  3. Hari 7–11: Pemasangan keramik kamar + nat + curing
  4. Hari 8–12 (paralel): Perbaikan dinding seluruh rumah (plamir)
  5. Hari 13–16: Pengecatan — primer + lapis 1 + lapis 2 (menunggu kering antar lapis)
  6. Hari 17: Finishing, pembersihan, pemeriksaan quality control
  7. Hari 18: Serah terima & minor touch-up

3) Daftar material recommended (kualitas standar—hemat tapi awet)

  • Cat dasar (primer) + cat finishing 2 lapis (mis. merek standar nasional)
  • Putty/plamir tembok
  • Keramik 12 m² untuk kamar (ukur: 30×30/40×40 tergantung selera)
  • Semen, pasir, nat (non-shrink)
  • Perekat keramik (tile adhesive)
  • Fitting kecil: paku, sekrup, lakban, plastik proteksi
  • Alat tukang: roller, kuas, ember, roskam

4) Checklist sebelum tanda tangan kontrak (penting)

  • Dapatkan 3 penawaran (2 tukang borongan + 1 tukang harian set lengkap)
  • Minta RAB tertulis: rincian jasa, material, merek material (jika borongan full)
  • Tentukan garansi kerja (mis. 30 hari untuk finishing, 6–12 bulan untuk keramik/lepas)
  • Atur mekanisme pembayaran: DP 30%, pembayaran progres (mis. 40% saat 50% selesai), sisa setelah serah terima
  • Cantumkan timeline & penalty untuk keterlambatan (mis. Rp X/hari)
  • Ambil foto kondisi awal & minta kontraktor dokumentasi progress harian

5) Tips negosiasi & hemat biaya

  • Tawarkan paket: minta diskon jika Anda beri borongan untuk beberapa pekerjaan (cat + lantai) sekaligus
  • Belanja material saat promo/ongkos kirim gratis atau minta kontraktor berikan opsi grosir agar lebih murah
  • Pilih material dengan harga menengah (bukan paling murah, bukan paling premium) — daya tahan & estetika seimbang
  • Cek reputasi tukang/kontraktor lewat rekomendasi tetangga / marketplace lokal / grup WhatsApp komplek

6) Risiko & mitigasi

  • Risiko molor: mitigasi dengan kontrak timeline + penalty + komunikasi harian
  • Risiko kualitas buruk: minta sample pekerjaan sebelumnya & minta referensi proyek yang sudah selesai
  • Risiko biaya naik: cantumkan klausul perubahan scope dan harga material (siapa yang menanggung kenaikan harga)

7) Quick decision guide untuk Anda

  • Ingin biaya terendah & bisa pantau sendiriPilih harian
  • Ingin praktis, cepat, dan ingin satu pihak yang bertanggung jawabPilih borongan full
  • Ingin hemat terbesar + kendali material sendiriPilih borongan jasa saja (jasa murah + Anda beli material hemat)

 

Related Posts

Share:

Recent Posts

Trending

Ingin Renovasi?

Isi form sekarang & dapatkan penawaran terbaik

Kesulitan menemukan desain yang sesuai?

Klik tombol untuk penjadwalan survey. 081.319.009.88

Hitung Estimasi RAB Rumah Tanpa Takut Boncos

Dapatkan gambaran biaya pembangunan rumah atau renovasi Anda dalam hitungan menit. Gratis !!

Kalkulator RAB Online

Fungsi: Estimasi biaya proyek konstruksi dengan referensi harga pasar terkini

Kalkulator Jasa Tukang Bangunan

Fungsi: Estimasi Biaya Cerdas - Edisi Indonesia 2025

Kalkulator Biaya Interior

Fungsi: Estimasi biaya pembuatan custom furniture (Kitchen Set, Backdrop, Lemari, Dipan)

Kalkulator Kebutuhan Keramik Lantai

Fungsi: Hitung kebutuhan kepingdan dus keramik ruangan dengan presisi

Kalkulator Material Dinding & Cat Dinding

Fungsi: Hitung kebutuhan Bata Merah & Cat Dinding dengan presisi

Harga Konstruksi Nasional

Analisis biaya tukang bangunan per-m² dengan integrasi AI untuk wawasan pasar cerdas.
.