Renovasi hampir selesai, dan godaan untuk segera membeli sofa baru atau kitchen cabinet impian mulai muncul. Namun, banyak pemilik rumah baru menyadari kesalahannya setelah furniture tiba di depan pintu: barangnya tidak muat, menutupi stop kontak, atau menghalangi jalur pintu. Penyebabnya hampir selalu sama, yaitu membeli furniture berdasarkan perkiraan ukuran.
Daftar Isi
ToggleKenapa Perkiraan Ukuran Sering Menyimpang?
Selama renovasi, ukuran ruang di lapangan bisa berubah meskipun perubahannya tampak kecil. Pekerjaan plester (lapisan adukan pada dinding), acian (lapisan tipis penghalus di atas plester), dan lantai finishing dapat mengubah panjang dan lebar ruangan hingga beberapa sentimeter. Bagi furniture besar seperti lemari pakaian atau kitchen cabinet, selisih sekecil itu saja bisa membuatnya tidak masuk.
Posisi pintu, jendela, dan stop kontak juga perlu Anda perhitungkan. Sofa mungkin pas dari sisi panjang dan lebar, tetapi ketika Anda meletakkannya di sisi ruangan tertentu, sofa tersebut bisa menghalangi pintu sehingga pintu tidak dapat terbuka penuh. Demikian pula saat Anda menempatkan lemari di depan stop kontak: Anda bisa kehilangan akses ke colokan listrik yang masih Anda butuhkan.
Jalur sirkulasi, yaitu ruang gerak penghuni, adalah faktor lain yang sering terlewat. Sebagai gambaran, lorong idealnya menyisakan lebar sekitar 80–90 cm agar orang dapat berjalan dengan nyaman. Angka ini bukan standar wajib, melainkan acuan awal sebelum menentukan ukuran furniture.
Akibatnya, kesalahan ukuran tidak berhenti pada barang yang tidak muat. Penjual biasanya lebih sulit menerima penukaran furniture pesanan khusus, sementara setiap penjual memiliki kebijakan retur yang berbeda. Pembeli pun bisa menanggung biaya tambahan untuk pembelian ulang atau ongkos kirim.
Ukur Ruang Setelah Pekerjaan Finishing Selesai
Oleh karena itu, ukur ruang setelah pekerjaan finishing selesai, bukan dari denah atau ukuran sebelum renovasi. Gunakan meteran secara langsung, jangan hanya membaca angka dari gambar. Catat minimal hal berikut:
- Panjang dan lebar ruangan dari dinding ke dinding.
- Tinggi langit-langit, terutama untuk furniture tinggi seperti lemari atau rak.
- Posisi pintu saat terbuka penuh.
- Posisi jendela dan stop kontak.
- Sudut dan bagian yang tidak simetris, karena tidak semua ruangan berbentuk sempurna.
Ukur panjang dan lebar di beberapa titik, yaitu bagian bawah, tengah, dan atas dinding, karena dinding jarang benar-benar lurus. Gunakan angka terkecil sebagai acuan.
Setelah itu, gambar sketsa sederhana ruangan lengkap dengan posisi pintu dan jendela. Sketsa ini membantu Anda membayangkan penempatan furniture sebelum membeli. Untuk gambaran yang lebih nyata, tempelkan lakban kertas di lantai sesuai ukuran furniture. Dari situ terlihat berapa ruang yang tersisa untuk berjalan dan membuka pintu.
Baca juga : 5 Keuntungan Renovasi Rumah Minimalis: Anti Pusing & Tepat Waktu
Ukur Juga Furniture yang Akan Anda Beli
Selain ruang, furniture-nya pun perlu diukur. Jangan hanya mengandalkan deskripsi produk; periksa panjang, lebar, tinggi, dan kedalamannya. Khusus furniture besar, pastikan dimensi kemasannya juga dapat melewati pintu, lorong, dan tangga rumah Anda. Barang yang pas di ruangan tetapi tersangkut di tangga tetap tidak bisa dipakai.
Hitung Seluruh Isi Ruangan, Bukan Satu Furniture
Sebuah ruang jarang hanya berisi satu furniture. Ruang keluarga, misalnya, mungkin membutuhkan sofa, meja, dan rak TV, sedangkan ruang makan memerlukan meja beserta ruang gerak kursi. Karena itu, ukur ruang untuk seluruh kebutuhan, bukan hanya untuk furniture utama.
Jika Anda merencanakan renovasi sekaligus pembelian furniture, libatkan pihak yang memahami tata ruang sejak awal. Tim desain interior dapat membantu menentukan ukuran furniture berdasarkan layout ruangan yang sebenarnya, sehingga Anda tidak perlu mengulang pembelian yang salah.
Renovasi bukan hanya membuat ruang tampak baru; ruang juga harus siap digunakan. Jadi, sebelum membeli sofa, kitchen cabinet, meja, atau lemari, pastikan Anda sudah mengukur ukuran aktual ruang setelah seluruh pekerjaan selesai. Langkah kecil ini dapat menyelamatkan Anda dari pembelian mahal yang ternyata tidak muat.
Jika Anda sedang merencanakan renovasi dan ingin memastikan ruang siap menerima furniture yang tepat, konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim Ruang Amanah melalui halaman Jasa Renovasi Rumah Per Meter. Dengan perencanaan yang jelas sejak awal, setiap sentimeter ruang dapat dimanfaatkan secara maksimal.
FAQ
- Kapan waktu terbaik mengukur ruang sebelum membeli furniture? Setelah pekerjaan finishing selesai, yaitu setelah plester, acian, dan lantai terpasang, karena ukuran ruang bisa berubah selama renovasi.
- Apa saja yang perlu diukur? Panjang dan lebar ruangan, tinggi langit-langit, posisi pintu saat terbuka penuh, posisi jendela dan stop kontak, serta sudut atau bagian yang tidak simetris.
- Berapa lebar lorong yang nyaman untuk berjalan? Acuan awalnya sekitar 80–90 cm. Angka ini bukan standar wajib, sehingga sesuaikan dengan kebutuhan penghuni dan fungsi ruang.
- Apakah ukuran kemasan furniture perlu dicek? Ya. Furniture besar harus dapat melewati pintu, lorong, dan tangga rumah, bukan hanya muat di ruangan tujuan










